Tumbuhkembangkan Kelompok Tani Pemula

NEWSKUKAR- Upaya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kutai Kartanegara meningkatkan populasi sapi di Kukar dilakukan dengan menambah jumlah kelompok tani pemula melalui program sapi gaduhan yang dilakukan setiap tahun. Dengan bertambahnya jumlah peternak, maka diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal bahkan Kaltim, yang dalam kurun waktu terakhir terus mengalami peningkatan konsumsi.
Di Kutai Kartanegara, seiring pertumbuhan penduduk serta meningkatnya daya beli masyarakat, konsumsi atau kebutuhan daging juga mengalami peningkatan.
Menurut Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kukar, Putu Swartika, peningkatan kebutuhan daging itu terlihat dari meningkatnya jumlah sapi yang dipotong per harinya di rumah potong hewan (RPH) yang ada di Kelurahan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong.
“Tahun lalu, RPH kita yang di Mangkurawang hanya memotong 7 hingga 10 ekor sapi per hari. Tapi untuk tahun ini meningkat hingga 15 ekor per harinya,” ungkap Putu Swartika.
Jumlah tersebut menurut Putu Swartika hanya untuk RPH yang ada di Tenggarong, sedangkan untuk pemotongan di luar RPH, seperti di kecamatan-kecamatan tidak termasuk.
Namun khusus untuk kecamatan di wilayah pesisir yang populasi sapinya cukup banyak dan termasuk zona peternakan sapi, pemotongan sapi kebanyakan dijual ke luar Kukar, seperti Balikpapan dan Samarinda.
Maka dari itu, Putu Swartika mengatakan jika berbicara peternakan, pihaknya tidak saja berbicara Kukar tapi Kaltim pada umumnya. Dan mengingat target untuk populasi lokal saja belum terpenuhi (baru 25 ribu ekor dari target 70 ribu ekor sapi), untuk itu program sapi gaduhan akan terus dilaksanakan agar tiap tahun agar populasi sapi terus meningkat, sehingga target bisa tercapai.
Namun menurut Putu, pengembangan populasi sapi dengaan cara menambah jumlah sapi melalui program sapi gaduhan hanyalah upaya menumbuhkembangkan jumlah kelompok tani dan bantuan itu juga bersifat stimulan. “Yang kita harapkan adalah tumbuh dan berkembangnya jumlah kelompok tani pemula,” katanya.
Sementara untuk unggas khususnya ayam pedaging, dikatakan Kukar memiliki sejumlah sentra dan sebagian besar sudah maju dan mandiri, sehingga pihak dinas hanya melakukan pembinaan dan pemeriksaan kesehatan ternak. “Untuk uanggas khususnya ayam pedaging kita sudah surplus,” ungkap Putu Swartika. *el
============

Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula di 18 Kecamatan

NEWSKUKAR- Mengantisipasi kemungkinan tingginya angka golput serta terjadinya kesalahan saat pencoblosan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kaltim yang tidak lama lagi dilaksanakan, Desk Pilkada Kutai Kartanegara akan turun ke 18 kecamatan untuk melakukan sosialisasi. Target utama sosialisasi adalah pemilih pemula yang pada saat pemilhan nantinya baru masuk daftar pemilih.
Ketua Desk Pilkada Kukar Damansyah melalui Ketua Harian Desk Pilkada Fatekur Rochman mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan langkah awal persiapan pelaksanaan Pilkada untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Timur 2013 yang dijadwalkan 10 September mendatang.
Sosialisasi Pilgub Kaltim 2013 tahap pertama dilakukan pada empat kecamatan, yaitu di wilayah hulu dan wilayah pesisir. Untuk wilayah hulu dipilih Kecamatan Muara Muntai, dan untuk wilayah pesisir adalah Kecamatan Samboja, Muara Jawa dan Kecamatan Muara Badak.
Dikatakan, sosialisasi dilakukan mengingat ada sejumlah pemilih pemula yang pada pelaksanaan Pilgub Kaltim mendatang sudah masuk usia pemilih, sehingga perlu untuk mendapatkan pengetahuan tentang Pilkada. Sosialisasi juga dimaksudkan untuk meminimalisir golput dan sebagai sarana pendidikan politik masyarakat.
Sosialisasi akan dilakukan secara bertahap pada tiap empat kecamatan, selanjutnya hal yang sama juga dilakukan terhadap kecamatan lainnya sampai seluruh kecamatan mendapatkan sosialisasi. *el
==========